Archive for September, 2008

16
Sep
08

Matematika dan sifat manusia

“Siapa yang suka matematika?” tanya saya disuatu kesempatan saat presentasi jarimatika.
Dan seperti yang sudah saya duga sebelumnya, tidak ada satupun yang mengangkat tangan.
Padahal acara presentasi itu bukan hanya dihadiri oleh anak-anak, tapi juga orang tua mereka. Dan pertanyaan itu saya ajukan ke para orang tua tsb.

“Siapa yang waktu sekolah dulu senang sekali kalo mau ulangan matematika?”
Lagi-lagi para orang tua itu -yang kebanyakan ibu-ibu- cuma senyum-senyum.
“Kenapa, bu, tidak suka matematika?” tanya saya lagi
Berbagai jawaban pun muncul : susah, pusing, bikin sakit kepala….

Bagi saya pribadi, sebenarnya agak aneh kalo ibu-ibu tidak suka matematika. Karena kenyataannya, ibu-ibu lah yang bersentuhan langsung dengan matematika setiap harinya mulai dari ngatur uang belanja, arisan, mengaudit suami…. *kecuali saya tentunya… karena AD/ART (baca: uang belanja) di keluarga saya dikelola oleh suami (lebih asyik, gak bikin pusing, taunya terima beres deh…)

Bahkan ada yang bilang bahwa persamaan matematika dan perempuan adalah “sama-sama penuh perhitungan”. Benar begitu…?

Lalu apa hubungannya matematika dan sifat manusia ?
Saya melakukan sebuah penelitian yang tentu saja sangat tidak ilmiah… iseng doang….
Seperti apa penelitian saya? Kalau mau tahu, siapkan stopwatch atau apapun yang bisa dipakai mengukur waktu… lalu jawab pertanyaan berikut tanpa bantuan alat hitung apapun, termasuk jari tangan… pokoknya jawabnya pake pikiran deh… (*bingung gimana ngejelasinnya…). Yang harus anda lakukan adalah menghitung berapa detik waktu yang anda perlukan untuk menjawab setiap soal. Ingat ! Hitung waktu untuk setiap soal. Ketika mengerjakan soal pertama, tutup dulu soal keduanya… begitu seterusnya.

SIAP ? MULAI !

PERTAMA :
2 + 3 + 4 =…?
*catat waktunya...

.

.

.

.

KEDUA:
2 * 3 * 4 =…?
*catat waktunya...

.

.

.

.

KETIGA :
9 – 3 – 4 = …?
*catat waktunya...

.

.

.

.

KEEMPAT :
24 : 3 : 2 = …?
*catat waktunya..

SELESAI…

Nah, sekarang bandingkan catatan waktu tersebut. Sejauh ini dari semua orang yang saya beri pertanyaan yang sama, semuanya menjawab soal nomor satu lebih cepat daripada soal nomor tiga, dan soal nomor dua lebih cepat dari soal nomor empat.

Lalu apa? Akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa cara kerja otak manusia dipengaruhi oleh tingkah laku / pola hidup manusia itu sendiri.

Maksudnya? Ya… manusia itu hanya “cepat” kalo berhubungan dengan sesuatu yang dianggap bisa memberi keuntungan bagi mereka. Misalnya kalau diberi sesuatu, kalau harta bendanya ditambah atau bahkan sampai berlipat ganda.
Tapi kalau sesuatu dianggap tidak menguntungkan, bisa mengurangi atau bahkan menghabiskan “kepemilikannya”, maka manusia akan ogah-ogahan.

Kalau kita lambat mengerjakan soal pembagian, mungkin saatnya kita melihat kembali ke dalam hati kita, benarkah kita orang yang malas berbagi ?

Kesimpulan di atas memang asal-asalan. Tak ada data ilmiah yang mendukung. Bahkan ada yang bilang kalo kecepatan kita menjawab soal ya tergantung soal itu sendiri. Yah… silahkan dicoba sendiri lah, asal jangan sengaja mencari soal yang gampang (mis: 1 : 1 : 1) hanya karena tidak ingin dibilang pelit heheheh.

Apapun itu, semoga bisa menjadikan kita manusia yang lebih baik.

Amin.




Me, My Self, and I

Orangnya pintar (protes=sirik), baik hati, rendah diri (baca:pendek), tidak sombong, kaya, punya penghasilan tapi tidak punya NPWP. Apa kata dunia???  

Udah dikunjungi

  • 68,646 tamu

Google page rank

Ama dimana-mana