23
Jan
08

sabar dong…

Senin, 21 Januari 2008

“Ini soalnya….. silahkan dikerjakan!”

Wow, 3 lembar. Lembar 1 dan 2 dipenuhi angka-angka kecuali tempat untuk nulis nama dan tanggal. Lembar 3 … waduh ini apa? Bingung… jawab aja lah….. sebisanya. Maklumlah, saya belajar sebisanya saja. Wong saya baru ditelfon kalo mau ujian ini 5 jam sebelumnya…

Selasa, 22 Januari 2008

Satu hari terlewati tanpa bisa konsentrasi. Gak bisa fokus sama sekali. Gelisah nungguin hasil ujian kemarin. Kok mereka tidak nelfon saya yah?

Tiba-tiba…

‘tenenenet…’  kira-kira begitu bunyi telfon saya

saya : “halo”
xxxx : ” selamat siang! benar no telefon ini atas nama Bapak Herman?”
saya : “benar”
xxxx : “kami cuma mau mengingatkan bahwa tagihan telefon ibu sebesar xxxxx belum termasuk denda”
saya : “lho… kok udah di denda?”
xxxx : “iya, bu. batas pembayaran sampai dengan tanggal 20. Lewat dari itu akan dikenakan denda.”
saya : “Memangnya sekarang tanggal berapa?”
xxxx : ” Tanggal 22, bu. Jadi kapan kira-kira akan dilakukan pembayaran?”
saya : “Belum tau, soalnya bapak lagi nggak ada di rumah. Nanti saya sampaikan.”
xxxx : ” Baik, Bu. Terima kasih. Selamat Siang!”

Yaaaaahhhh…. bukan telfon ini yang saya harapkan. Saya bahkan tidak ingat tanggal berapa sekarang….

Rabu, 23 Januari 2008

Akhirnya, ada sedikit titik terang.

“Bu, ujian kemarin itu, lembar pertama salahnya cuma satu. Lembar kedua juga salahnya cuma satu. Tapi lembar ketiganya kok kacau?”

Waaaa…. saya cuma bisa senyum, bingung harus ngomong apa.

“Sebenarnya saya memang nggak ngerti apa maksudnya….” kata saya, malu.

“Oh, memang kemarin saya tidak menjelaskan ya. Kalau begitu sekarang saja diulang lagi tesnya khusus untuk lembar ketiga itu.”

Akhirnya, saya kembali diberi soal lalu diberi penjelasan mengenai soal tersebut….

Semoga kali ini saya ngerjainnya dengan benar. Amin.

Tapi tetap saja, saya gelisah nunggu hasilnya. Karena nggak sabar, saya nelfon, nanyain hasil pengulangan saya dan dijawab :

“Oh, maaf, Bu! Belum selesai diperiksa. Insya Allah besok sudah ada kepastiannya. Ibu tenang aja..”

Saya disuruh tenang? Ooooohhhhh, tidakkah mereka tahu betapa saya sangat mengharapkan jawaban dari mereka? Tidakkah mereka tahu betapa saya sangat ingin lulus ujian itu?

 Malam, jam 11 lewat 12 menit waktu laptop saya

Masih tetap gak bisa tidur. Susah banget sih disuruh sabar dan tenang….


2 Responses to “sabar dong…”


  1. January 23, 2008 at 4:12 pm

    Sekarang doa aja…😀

    Tapi klo diliat2 sih kayaknya ada perlakuan spesial gtu deh…:mrgreen:

    tengkyu atas doanya, motivasinya, kuenya?
    eh, doa anak al azhar dijamin manjur toh? apalagi kalo yang teraniaya…😀

  2. January 27, 2008 at 7:04 pm

    semoga hasilnya lembar ketiga salah cuman satu😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Me, My Self, and I

Orangnya pintar (protes=sirik), baik hati, rendah diri (baca:pendek), tidak sombong, kaya, punya penghasilan tapi tidak punya NPWP. Apa kata dunia???  

Udah dikunjungi

  • 67,925 tamu

Google page rank

Ama dimana-mana


%d bloggers like this: