Archive for January, 2008

31
Jan
08

cerpen? based on true story?

“Pa…” wanita itu kembali memanggil. Kali ini untuk yang ke delapan kalinya. Nadanya pun mulai terdengar tak sabaran. Mungkin sudah lebih dari 5 menit ia berdiri di pintu itu. Memandang lelaki yang terus saja membelakanginya.

Ya, ada apa sayang..?” lelaki itu menjawab. Seperti biasanya, lembut dan selalu memakai kata ‘sayang’. Tapi ia tetap saja sibuk dengan keyboard laptopnya. Sesekali tangannya menekan tombol mouse. Tetap membelakangi wanita itu.

Wanita itu menghela nafas perlahan, “Nggak ada apa-apa” bisiknya pada diri sendiri, lalu melangkah meninggalkan ruang kerja lelaki itu. Kembali ke dapur dan mulai sibuk membersihkan panci-panci yang tadi dipakainya masak.

Tiba-tiba lelaki itu datang dari belakang, memeluknya, dan mencium pipinya.
“Ada apa sayang?” seperti biasa, suara lelaki itu selalu saja lembut.

“Nggak ada apa-apa” wanita itu menjawab singkat.

“Nggak ada apa-apa kok manggilnya sampai delapan kali?”

Wanita itu terdiam sejenak. Jadi sebenarnya dia tahu kalau aku memanggilnya dari tadi? Dihitung pula? batinnya.

“Cuma mau bilang, makan malamnya hampir dingin.”

“Ooo… Kamu sudah makan?” tanya lelaki itu. Berjalan santai ke meja makan yang sudah tertata rapi.

“Belum”

“Kenapa belum makan?”

“Nunggu papa”

“Kenapa harus nunggu saya? Nanti kalo kamu sakit gimana?”

Wanita itu kembali terdiam. Bingung. Bagaimana menjawabnya?
Ia sendiri pun tak tahu mengapa harus menunggu suaminya hanya untuk makan, mengapa begitu sulit mengedepankan kepentingan dirinya sendiri, mengapa hatinya selalu menempatkan lelaki tercinta itu ditempat teratas.

Wanita itu tetap diam. Perlahan ia menyendokkan nasi ke piring lelaki itu. Juga ke piring lelaki kecil di sampingnya.

Wanita itu memandang kedua lelaki di depannya.
Yang satu berumur 4 tahun, sedang asyik mencelupkan chicken nuggetnya ke dalam saus tomat.
Yang satu lagi berumur 27 tahun. Sedang lahap menyantap ikan bandeng masak kesukaannya.

Dalam hati, wanita itu berkata

“Sungguh, aku mencintai kalian. Mencintai sepenuh hati. Sungguh aku menyayangi kalian. Menyayangi dengan sangat”

~~~~~~~~~~~~~~

Untuk dua lelakiku: Herman Syam dan Muhammad Fakhrurosi Islama Syam.

31
Jan
08

I do love you, Herman Syam !

Seharusnya memang ada satu kata baru yang memiliki arti lebih dari ‘sayang’ ataupun ‘cinta’ untuk bisa mengungkapkan rasa ini padamu.

 ~*~*~*~*~

Untuk setiap saat ketika kau meninggalkanku
Untuk setiap saat ketika kau membuatku menangis
Untuk setiap saat ketika kau berlari dariku
Untuk setiap saat ketika kau tak mau menatapku
Untuk setiap saat ketika kau tak mau peduli 
Untuk setiap saat ketika kau tak mau tahu

Sungguh, akan kubalas semua itu dengan seluruh cinta yang kupunya.

Untuk setiap saat ketika kau menungguku
Untuk setiap saat ketika kau membahagiakanku
Untuk setiap saat ketika kau mengikuti langkahku
Untuk setiap saat ketika kau memandangku
Untuk setiap saat ketika kau merindukanku
Untuk setiap saat dalam hidupku dimana aku sangat bahagia
Bukan hanya dicintai tapi juga dihargai

Sungguh, aku tak tahu dengan apa akan kubalas semua itu

Terima kasih karena menjadikanku bagian dari hidupmu
Terima kasih karena bersedia menjadi bagian hidupku

Kepadamu kutitipkan
separuh hatiku, separuh nyawaku
separuh hidupku

 ~*~*~*~*~ ~*~*~*~*~

Ps : Kenapa ya tiap hari aku makin sayang sama kamu?

31
Jan
08

better or lucky?

Kamis, 24 Januari 2008, sekitar jam 7 malam.

“tenenenenenenet….” telfon berbunyi. Suami saya yang angkat.

Entah bagaimana pembicaraannya, yang jelas suami saya menyampaikan bahwa besok (Jumat, 25 Januari) saya sudah bisa mulai mengajar…

“Alhamdulillah….” cuma itu yang bisa saya ucapkan.

Sungguh, tanpa mengurangi rasa syukur saya…. situasi ini membuat saya bertanya-tanya…. benarkah saya memang lebih baik atau saya hanya mujur ?
Aaakkhhh, apa ini? Bukankah saya tidak percaya yang namanya faktor hoki?

Apapun adanya, Allah pasti menciptakan segala sesuatunya dengan jumlah yang tepat, di waktu yang tepat, pada orang yang tepat…..

23
Jan
08

sabar dong…

Senin, 21 Januari 2008

“Ini soalnya….. silahkan dikerjakan!”

Wow, 3 lembar. Lembar 1 dan 2 dipenuhi angka-angka kecuali tempat untuk nulis nama dan tanggal. Lembar 3 … waduh ini apa? Bingung… jawab aja lah….. sebisanya. Maklumlah, saya belajar sebisanya saja. Wong saya baru ditelfon kalo mau ujian ini 5 jam sebelumnya…

Selasa, 22 Januari 2008

Satu hari terlewati tanpa bisa konsentrasi. Gak bisa fokus sama sekali. Gelisah nungguin hasil ujian kemarin. Kok mereka tidak nelfon saya yah?

Tiba-tiba…

‘tenenenet…’  kira-kira begitu bunyi telfon saya

saya : “halo”
xxxx : ” selamat siang! benar no telefon ini atas nama Bapak Herman?”
saya : “benar”
xxxx : “kami cuma mau mengingatkan bahwa tagihan telefon ibu sebesar xxxxx belum termasuk denda”
saya : “lho… kok udah di denda?”
xxxx : “iya, bu. batas pembayaran sampai dengan tanggal 20. Lewat dari itu akan dikenakan denda.”
saya : “Memangnya sekarang tanggal berapa?”
xxxx : ” Tanggal 22, bu. Jadi kapan kira-kira akan dilakukan pembayaran?”
saya : “Belum tau, soalnya bapak lagi nggak ada di rumah. Nanti saya sampaikan.”
xxxx : ” Baik, Bu. Terima kasih. Selamat Siang!”

Yaaaaahhhh…. bukan telfon ini yang saya harapkan. Saya bahkan tidak ingat tanggal berapa sekarang….

Rabu, 23 Januari 2008

Akhirnya, ada sedikit titik terang.

“Bu, ujian kemarin itu, lembar pertama salahnya cuma satu. Lembar kedua juga salahnya cuma satu. Tapi lembar ketiganya kok kacau?”

Waaaa…. saya cuma bisa senyum, bingung harus ngomong apa.

“Sebenarnya saya memang nggak ngerti apa maksudnya….” kata saya, malu.

“Oh, memang kemarin saya tidak menjelaskan ya. Kalau begitu sekarang saja diulang lagi tesnya khusus untuk lembar ketiga itu.”

Akhirnya, saya kembali diberi soal lalu diberi penjelasan mengenai soal tersebut….

Semoga kali ini saya ngerjainnya dengan benar. Amin.

Tapi tetap saja, saya gelisah nunggu hasilnya. Karena nggak sabar, saya nelfon, nanyain hasil pengulangan saya dan dijawab :

“Oh, maaf, Bu! Belum selesai diperiksa. Insya Allah besok sudah ada kepastiannya. Ibu tenang aja..”

Saya disuruh tenang? Ooooohhhhh, tidakkah mereka tahu betapa saya sangat mengharapkan jawaban dari mereka? Tidakkah mereka tahu betapa saya sangat ingin lulus ujian itu?

 Malam, jam 11 lewat 12 menit waktu laptop saya

Masih tetap gak bisa tidur. Susah banget sih disuruh sabar dan tenang….

19
Jan
08

beda?

everybody is unique… like everyone else…

*udah… cuma mau nulis itu doang! semoga englishnya bener.

19
Jan
08

judulnya apa ya?

duduk…. tarik nafas…. sambil liatin tumpukan kertas yang tergeletak di lantai….

wow… konsepnya aja udah 68 halaman, padahal itu udah pake huruf ukuran kecil, belum desain sampulnya…..
kayaknya pembuatan buku ini bakal makan waktu lebih lama dari perkiraanku

Sebagian orang mungkin berfikir, untuk apa ibu rumah tangga seperti aku repot-repot bikin buku yang nantinya gak dijual dan hanya dipinjamkan gratis kepada mahasiswa-mahasiswa itu?

Yah…. seseorang belum dikatakan bertakwa jika ia tidak berilmu, dan tak akan dikatakan berilmu jika belum mengamalkan dan membagi ilmunya…..

Lagian… daripada aku dikit-dikit ditelfon hanya untuk nanyain ini itu, ketemu dikit ditanyain lagi…. kan mending bikin bukunya. Eh, ini buku aku yang ke 4. Gak produktif banget. Padahal dulu dalam setahun bisa bikin dua buku.

Semoga bisa cepat selesai.

18
Jan
08

asing, bosan, semua deh ada di sini..

entah kenapa beberapa hari ini tak ada sedikitpun rasa ‘kangen’ pada internet. Males banget….mungkin karena di sini hujan melulu…. *apa hubungannya???

Pas buka internet, semuanya malah terasa asing….

Berita pak Harto, kondisi Sulsel yang jadi kacau pasca pilkada, macet dimana-mana, semuanya campur aduk di kepala.

Mungkin sekarang saatnya menyelesaikan buku ke-4 ku itu. Rasanya sudah setahun menulis buku yang digunakan di kalangan sendiri itu, tapi belum jadi juga….
Wakkssss?? Setahun?? hehehe dari Desember 2007 sampai Januari 2008….

Semoga tetap bisa memberi manfaat bagi orang lain.

 **Oh…ide…. kumohon jangan pergi dariku……………..




Me, My Self, and I

Orangnya pintar (protes=sirik), baik hati, rendah diri (baca:pendek), tidak sombong, kaya, punya penghasilan tapi tidak punya NPWP. Apa kata dunia???  

Udah dikunjungi

  • 68,646 tamu

Google page rank

Ama dimana-mana