24
Nov
07

memberi lebih mudah daripada meminta

Beberapa hari yang lalu sekilas saya melihat spanduk (nggak tahu spanduk apa) bertuliskan : “Memberi lebih sulit daripada meminta”.  Saya lalu berfikir “Masa iya sih?” Maka saya pun mencoba mengingat kembali hari demi hari dalam hidup ini (halah!). Apa benar memberi lebih sulit daripada meminta?

Pada dasarnya memang memberi lebih sulit daripada meminta, karena kalo kita memberi selalu ada perasaan takut rugi, takut yang udah diberikan nggak balik lagi, takut nggak dihargai sama yang diberi dan lain sebagainya (Iya nggak sih ato hanya perasaanku saja?). Sedangkan kalo meminta, apa ruginya? Kita nggak kehilangan apapun (kecuali mungkin harga diri), bahkan berharap mendapatkan sesuatu.

Tapi kalo diingat-ingat lagi perjalanan hidup ini (waduh, kebanyakan pake bahasa ini lama2 saya bisa pingsan..), ternyata memberi tak sesulit yang dibayangkan….

#1. Saya biasanya manggil dia Om Adi. Penjual sayur keliling di kompleks rumah tante saya. Karena rumah tante saya di blok paling belakang, jadi yang paling terakhir disamperin Om Adi. Sayurnya juga udah hampir habis. Nah, selain sayur pesanan tante saya, semuanya dikasih gratis…. “Kalo disimpan sampai besok juga nggak bisa dijual lagi, udah layu” begitu katanya. Tuh kan, penjual sayur aja bisa sedekah, masa kita nggak? (Eits, ngomong-ngomong Om Adi ini penjual sayur elit. Kemana-mana bawa hp. Punya usaha jual bahan bangunan juga). Hebatnya, setiap hari Jumat Om Adi ini nggak jualan, kalo ditanya kenapa, jawabnya “Biasalah, saya harus ngasih khotbah jumat di mesjid”

#2. Yang ini penjual sayur juga. Namanya Om Udin. Beli sayur apa aja, bonus daun bawang.  Beli tomat, gratis cabe. Belum lagi kalo ada sayur yang sisa dikit, gratissss…!!! Hari ini nggak punya duit, bayarnya bisa besok atau kapan aja kalo ingat…. Jadi suka malu kalo mau nawar…

#3. Penjual jagung yang mangkal 4 rumah dari rumahku. Seorang ibu paruh baya, menjual jagung bakar sampai jam 10 malam. Kalo yang beli anak muda, harga jagungnya Rp.1500, kalo yang beli anak-anak atau lansia, harganya Rp.1000.

Tuh kan, nggak semua orang bisanya korupsi. Di luar sana pasti masih banyak orang yang punya semangat memberi.

Ayo… semangat…! Kita nggak akan merugi hanya karena memberi.


1 Response to “memberi lebih mudah daripada meminta”


  1. 1 Nin
    November 25, 2007 at 6:54 am

    Uh… bener.. meminta itu lebih sulit buat saya
    – malu
    – belum tentu dikasih (apalagi kalo orangnya pelit)
    – yang paling sulit kalo meminta orang untuk ngelunasin hutangnya
    hehehe… salam kenal balik ya….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Me, My Self, and I

Orangnya pintar (protes=sirik), baik hati, rendah diri (baca:pendek), tidak sombong, kaya, punya penghasilan tapi tidak punya NPWP. Apa kata dunia???  

Udah dikunjungi

  • 67,925 tamu

Google page rank

Ama dimana-mana


%d bloggers like this: