12
Nov
07

Yes, I’m a mother and I’m proud of it !

 

Yes, I’m a mother and I’m proud of it !

Usiaku 26 tahun dan aku adalah ibu dari seorang putra.

Saya rasa tak ada yang salah dengan itu, lalu mengapa banyak wanita yang merasa perlu menyembunyikan statusnya bahkan sampai tak mau menyusui hanya karena takut bentuk badannya berubah?

Bagaimana mungkin saya akan merasa malu menjadi seorang ibu padahal saya begitu bangganya bisa menjadi wanita?

Betapa saya bersyukur ketika bangun dari tidur dan mendapati anak dan suami saya di sisi,

Betapa saya bersyukur bisa menyiapkan pakaian bagi suami saya dan mengantarkannya ke pintu ketika ia hendak berangkat kerja,

Betapa saya bersyukur bisa memasakkan “nugget tipis-tipis” kesukaan Fakhru,

Betapa saya bersyukur ketika tiba-tiba Fakhru mencubit saya dan jika saya bertanya “Kok mama dicubit?” lalu ia menjawab “itu tandanya sayang…”

Betapa saya bersyukur bisa mengajarinya membaca, berhitung, bahasa inggris, dan banyak hal,

Betapa saya bersyukur mendengarnya bernyanyi dengan serius,

Betapa saya bersyukur menemaninya sepanjang hari,

Betapa saya bersyukur mendengarnya membaca doa sebelum tidur dengan lancar,

Betapa saya bersyukur melihatnya tidur tanpa beban,

Betapa saya bersyukur karena Allah memberi saya suami yang sangat bertanggung jawab,

Betapa banyak yang harus saya syukuri, namun begitu sering saya lupa bersyukur.

Ya Rabb, Ampuni segala dosaku.


4 Responses to “Yes, I’m a mother and I’m proud of it !”


  1. 1 benbego
    November 12, 2007 at 8:39 am

    Seharusnya seperti itulah menjadi seorang Ibu. Allah juga sudah memberikan kelebihan 3 kali lipat nilai keutamaan dari seorang Ibu Lho? Mudah2an Ama senantiasa diberi kekuatan untuk bersabar, bertawakal, bersyukur, terlebih tetap ingat ma yg Kuasa! Amin
    Salam Kenal Mbak!

  2. November 16, 2007 at 6:53 am

    Sy juga miris jika melihat perempuan malu menyebut diri mereka seorang Ibu Rumah Tangga.. Suatu pekerjaan terhebat sepanjang masa menurut sy, karena tak sedikit perempuan yg gagal menjadi demikian..

    Salut k🙂

    Tengkyu Deen. Sudah menjadi cita-cita saya untuk membuat semua ibu bangga menjadi Ibu. Jadi walaupun dia direktur, ketika ditanya apa pekerjaannya, maka jawabannya ya IBU RUMAH TANGGA.

    Saya pernah diwawancara oleh wartawan (ciee…)ketika mengikuti salah satu Workshop IT, ketika saya jawab pekerjaan saya Ibu Rumah Tangga, si wartawannya tetap maksa nanya saya dari instansi mana? Saya juga ngotot saya adalah ibu rumah tangga biasa, ikut workshop itu karena pengen nambah ilmu dan saya tidak mewakili instansi manapun. Walaupun kayaknya dia kurang sreg dgn jawaban saya, wawancaranya dilanjutin juga.

    Saya jadi bingung, emang nggak boleh Ibu Rumah Tangga berfikir ‘canggih’?

  3. November 26, 2007 at 3:27 am

    woiii ama, anakmu dah berapa jeng?……..

    piye kabar suami mu?

    sibuk apa nech mom? :d saluuuuuuuuutt dech

    aku loch lum married….hihihihihihihih

    oalah jeng desi…. lama tak jumpa… apa kabar ? betah banget di Bandung ? Eh, ngapain nanya-nanya suamiku ? *curigetion mode : on*

    Belum nikah ? Cari jodoh atuh, neng!

  4. 4 tc
    May 17, 2008 at 1:42 pm

    i really really mom wannabe…😦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Me, My Self, and I

Orangnya pintar (protes=sirik), baik hati, rendah diri (baca:pendek), tidak sombong, kaya, punya penghasilan tapi tidak punya NPWP. Apa kata dunia???  

Udah dikunjungi

  • 67,925 tamu

Google page rank

Ama dimana-mana


%d bloggers like this: