07
Nov
07

Belajar Membaca

Seringkali kita menjumpai orang tua yang mengeluh betapa sulitnya mengajari anak mereka membaca. Padahal saat ini untuk masuk ke SD, seorang anak diharuskan pandai membaca. Otomatis, membaca adalah wajib bagi anak usia TK.

Saya jadi berfikir, kalau sebelum SD anak sudah bisa membaca, itu berarti bisa menghemat waktu belajar di tingkat SD sehingga pendidikan dasar (SD & SMP) harusnya bisa ditempuh hanya dalam waktu (mungkin)7 tahun, dan nantinya bisa menjadi sarjana pada umur 20 tahun? Bukankah bisa jadi lebih produktif?

Kembali ke soal belajar membaca. Putra saya mengenal abjad pada usia 2 tahun. Tapi saya bingung bagaimana mengajarinya membaca, sampai akhirnya saya mengenal metode ABACABACA yang diperkenalkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani.

Metode ABACABACA adalah membaca suku kata dan tidak dieja. Cara ini terbukti efektif karena  memori anak tidak terbebani. Berbeda dengan mengeja yang mengharuskan memori anak bekerja 4 kali hanya untuk membaca dua suku kata.
Misalnya:
Untuk membaca kata PAGI, anak harus mengingat terlebih dahulu huruf-hurufnya.

pe a = pa (disimpan ke memori)
ge i = gi (disimpan lagi ke memori)
lalu anak harus mengingat kembali suku kata pertama tadi lalu yang kedua baru kemudian bisa membaca PAGI.

Dalam ABACABACA, setiap anak dikenalkan pada suku kata a, ba, ca, da, dan seterusnya sehingga nantinya ketika membaca suatu kata anak tidak perlu mengeja dan langsung membaca tiap suku kata pada kata tersebut.

Adapun waktu yang diperlukan seorang anak untuk bisa membaca dengan lancar sangat bergantung pada usia anak dan ketekunan serta kesabaran orang tua/guru mengajarinya.
Saya mengenal seorang anak berusia 4 tahun yang hanya membutuhkan waktu 3 bulan belajar dengan metode ini dan ia sudah mampu membaca dengan baik serta memahami apa yang ia baca.

Putra saya sendiri sudah mampu membaca kalimat (tanpa suku kata yang berakhiran konsonan seperti bak, cak, dsb) pada minggu ke 4.

Lebih lanjut mengenai proses belajar membaca ini akan saya tulis nanti.

Buku ABACABACA (lengkap dengan kartu membaca) karangan ibu Septi Peni Wulandani dan diterbitkan oleh KawanPustaka bisa didapatkan dengan mudah di toko buku dengan harga Rp.28.000,-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Me, My Self, and I

Orangnya pintar (protes=sirik), baik hati, rendah diri (baca:pendek), tidak sombong, kaya, punya penghasilan tapi tidak punya NPWP. Apa kata dunia???  

Udah dikunjungi

  • 67,925 tamu

Google page rank

Ama dimana-mana


%d bloggers like this: