Tulisan ini dibuat dengan hati yang gak karuan….
Baru-baru ini, tak hentinya saya mendengar keluhan dari ‘X’, seseorang yang tentunya gak akan saya sebut namanya.
“Gara-gara ‘Y’, saya batal naik pangkat”
“Memangnya apa yang dia tahu? Selama ini kan saya yang mengerjakan semua tugasnya.”
“Saya mau pindah kerja saja, di sini kerjanya banyak, uangnya tidak ada…”
Begitulah beberapa gerutuan dari si ‘X’. Biasanya, saya dan suami hanya berpandangan kalau melihatnya….
Belum lagi jika harus menghadiri suatu acara, biasanya X akan meminta pada suami saya untuk meminjami mobil atau mengantarnya dengan mobil. Alasannya…
“Malu kan kalau diliat orang naik motor butut…”
Lha… kalo adanya itu, trus kenapa? Ya, Allah…ampunilah saya. Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan. Tapi lama-lama gemes juga ngeliatnya….
Apa susahnya sih mensyukuri apa yang ada?
Kenapa masih banyak orang yang menganggap kaya itu adalah memiliki banyak harta? Bedakan dong antara ‘kaya’ dan ‘berpenghasilan tinggi’.
Orang yang berpenghasilan tinggi belum tentu kaya. Yang kaya itu kan orang yang selalu mensyukuri apa yang ada dan memanfaatkannya dengan baik. Iya kan????




apa kata dunia