Lagi-lagi saya lupa pernah baca artikelnya di Tarbawi edisi berapa, maklumlah cuma numpang baca di ruang tunggu sekolahnya Fakhru.
Semoga saya tidak salah menangkap maksud tulisan yang hanya dibaca sesaat itu.
Dalam hidup, kadang-kadang diperlukan suatu hentakan agar hidup ini lebih berarti, tidak monoton dan membosankan. Hentakan ini bisa berupa apa saja. Bahkan sesuatu yang tak terpikirkan bahwa kita mampu melakukannya.
Sepenggal kisah dari Afrika :
Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari singa tercepat. Jika tidak maka ia akan terbunuh. Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari rusa terlamban. Jika tidak, maka ia akan kelaparan.
Tidak penting apakah kita singa atau rusa. Saat matahari terbit, kita sebaiknya mulai berlari.
Ya. Seharusnya setiap hari kita terus berlari mengejar segala cita-cita. Melakukan segala yang perlu dilakukan, semampunya, sekuatnya. Agar nantinya tak ada yang perlu kita sesali.
Percaya atau tidak, saya belajar membuat sebuah website sejak tahun 2000 (mungkin malah di tahun 1999). Waktu itu teman-teman disekitar saya belum betul-betul memanfaatkan fasilitas internet. Hanya sebagai sarana mencari bahan untuk tugas kuliah. Bahkan, saya berani bilang bahwa diantara teman-teman saya, sayalah yang pertama kali mempunyai website meski gratisan.
Bukannya teman-teman saya gaptek lho!. Saya dikelilingi oleh mahasiswa-mahasiswa sebuah perguruan tinggi teknologi ternama di Bandung. Tapi waktu itu internet memang baru mewabah.
Lalu kemudian saya benar-benar vakum dari dunia maya yang nyata ini (*oh my god, bahasaku…). Mungkin sekitar 3 tahunan saya tidak berinternet (kecuali darurat). Dan ketika saya kembali, WOW!!!!! Semuanya berubah.
Apa itu blog? Gimana nih jadi blogger? Ini apa? Trus, itu apaan? Waduh….. saya bener-bener nyasar di internet. Nggak ngerti apapun……
Begitulah, ketika saya yang tadinya merasa di depan berhenti, sementara semua orang di belakang saya terus berlari, maka akhirnya sayalah yang tertinggal.
Jadi, mari buat hentakan dalam hidup ini, agar kita bisa berbuat untuk umat. Keluarkan semua potensi yang kita miliki. Karena yang sering terjadi adalah masalah sederhana : kita cuma berbuat amat sedikit dari totalitas kemampuan. Bakat, waktu, ruang, situasi yang tersedia tidak kita manfaatkan mati-matian.
Padahal semuanya berproses. Dari tidak ada menjadi ada. Dari tidak bisa menjadi bisa. Dari tidak memiliki menjadi bisa memberi. Ingatlah bahwa daun yang kering akan gugur, bunga yang layu akan disingkirkan karena tidak lagi bisa memberi keindahan.
Teruslah belajar, agar bisa terus berarti dan memberi karya dalam hidup ini. Menjadi manusia yang bermanfaat.




apa kata dunia