Archive for December, 2007

31
Dec
07

mari buat hentakan!

Lagi-lagi saya lupa pernah baca artikelnya di Tarbawi edisi berapa, maklumlah cuma numpang baca di ruang tunggu sekolahnya Fakhru.

Semoga saya tidak salah menangkap maksud tulisan yang hanya dibaca sesaat itu.

Dalam hidup, kadang-kadang diperlukan suatu hentakan agar hidup ini lebih berarti, tidak monoton dan membosankan. Hentakan ini bisa berupa apa saja. Bahkan sesuatu yang tak terpikirkan bahwa kita mampu melakukannya.

Sepenggal kisah dari Afrika :

Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari singa tercepat. Jika tidak maka ia akan terbunuh. Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari rusa terlamban. Jika tidak, maka ia akan kelaparan.
Tidak penting apakah kita singa atau rusa. Saat matahari terbit, kita sebaiknya mulai berlari.

Ya. Seharusnya setiap hari kita terus berlari mengejar segala cita-cita. Melakukan segala yang perlu dilakukan, semampunya, sekuatnya. Agar nantinya tak ada yang perlu kita sesali.

Percaya atau tidak, saya belajar membuat sebuah website sejak tahun 2000 (mungkin malah di tahun 1999). Waktu itu teman-teman disekitar saya belum betul-betul memanfaatkan fasilitas internet. Hanya sebagai sarana mencari bahan untuk tugas kuliah.  Bahkan, saya berani bilang bahwa diantara teman-teman saya, sayalah yang pertama kali mempunyai website meski gratisan.
Bukannya teman-teman saya gaptek lho!. Saya dikelilingi oleh mahasiswa-mahasiswa sebuah perguruan tinggi teknologi ternama di Bandung. Tapi waktu itu internet memang baru mewabah.

Lalu kemudian saya benar-benar vakum dari dunia maya yang nyata ini (*oh my god, bahasaku…). Mungkin sekitar 3 tahunan saya tidak berinternet (kecuali darurat). Dan ketika saya kembali, WOW!!!!! Semuanya berubah.
Apa itu blog? Gimana nih jadi blogger? Ini apa? Trus, itu apaan? Waduh….. saya bener-bener nyasar di internet. Nggak ngerti apapun……

Begitulah, ketika saya yang tadinya merasa di depan berhenti, sementara semua orang di belakang saya terus berlari, maka akhirnya sayalah yang tertinggal.

Jadi, mari buat hentakan dalam hidup ini, agar kita bisa berbuat untuk umat. Keluarkan semua potensi yang kita miliki. Karena yang sering terjadi adalah masalah sederhana : kita cuma berbuat amat sedikit dari totalitas kemampuan. Bakat, waktu, ruang, situasi yang tersedia tidak kita manfaatkan mati-matian.

Padahal semuanya berproses. Dari tidak ada menjadi ada. Dari tidak bisa menjadi bisa. Dari tidak memiliki menjadi bisa memberi. Ingatlah bahwa daun yang kering akan gugur, bunga yang layu akan disingkirkan karena tidak lagi bisa memberi keindahan.

Teruslah belajar, agar bisa terus berarti dan memberi karya dalam hidup ini. Menjadi manusia yang bermanfaat.

31
Dec
07

pesta tahun baru, penting gak sih?

GAK PENTING !!! Bener-bener gak penting? (yang lagi pesta, jangan tersinggung ya..)

Kenapa harus pesta? Untuk apa?

Ada yang bilang pesta tahun baru itu sebagai tanda dimulainya hari baru. Lho… trus kemarin-kemarin hari barunya gak dimulai? Bukankah setiap hari harusnya dimulai dengan semangat yang terus bertambah? Bukankah setiap bangun pagi kita harus bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk ‘berbuat’ dan ‘bermanfaat’? Lalu kenapa harus nunggu tahun baru?

Aakh… ngapain juga ya saya mikirin ini?

Udah ah, nulis yang lain aja.

17
Dec
07

5 Kiat Menghadapi Stress

Akhir tahun gini biasanya banyak yang stress. Ngejar target lah, mau tutup buku lah, bikin progress report lah, de es be.

Kiat berikut ini pernah saya baca di majalah Tarbawi, lupa edisi berapa. Ada beberapa yang saya kurangi atau tambah-tambahin tentu saja tanpa maksud untuk mengurangi nilai-nilai hikmahnya. Kurang lebihnya, maafkanlah…

#1. Kendalikan Keinginan.
Semakin kuat keinginan, ancaman stress semakin besar. Karenanya, kendalikan setiap keinginan. Bukan berarti tidak boleh mempunyai tekad kuat mencapai sesuatu. Hanya saja kadangkala kita tidak seimbang memposisikan diri dalam mengejar cita-cita. Lunakkan keinginan sehingga akhirnya bisa dicapai dan menjadi kenyataan.

#2. Kenali kemampuan dan potensi diri dengan baik.
Seseorang akan menjadi lebih bahagia bila mengetahui bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang berguna, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Ingatlah bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk.
Jadi, mengutip pendapat suami saya, saya hanya punya satu kelebihan yakni TIDAK PUNYA KEKURANGAN. semua yang ada pada diri saya adalah suatu kelebihan (lebih pendek, lebih pemarah, lebih …. pokoknya semua lebih deh!) Yakinlah bahwa setiap orang punya tugas dan kewajiban masing-masing di muka bumi ini dan untuk itu ia diciptakan dengan segala kelebihan yang dimilikinya, yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

#3. Berpikir positif.
Ada pepatah kuno yang mengatakan : “Lebih baik menyalakan lilin daripada menyalahkan PLN” (beneran ada pepatah seperti ini?). Maksudnya, daripada terus dongkol karena mati lampu, nyalain lilin dong! Kan jadi terang. Pake Emergency Lamp lebih bagus lagi.
Pokoknya gitu deh… Positive In, Negative Out.
Berhenti mencari kesalahan orang lain dan buatlah perubahan yang penting dilakukan pada diri sendiri.
Melihat segala sesuatu itu harus dari sisi baiknya. Jangan terus menerus memikirkan sisi negatifnya. Dengan kacamata hitam seperti itu, yang muncul adalah keinginan yang tidak dinginkan.

#4. Ekspresikan kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan dalam berbagai bentuk.
Cobalah berbicara pada orang lain, menyanyi, tertawa (asal jangan berlebihan), nangis, atau menulis puisi seperti yang dilakukan Adit (bentar lagi orangnya datang nih!). Yang paling baik adalah menjalin persahabatan dengan orang-orang yang bisa memberi nasehat, menghibur dikala susah, mengingatkan dikala khilaf, pokoknya bersahabatlah dengan orang baik *seperti saya (protes = iri)*

#5. Tingkatkan iman.
Ini solusi yang paling penting.
Manusia itu terdiri dari 3 unsur : Fisik, Akal, Ruh. Ketiganya harus diberi makan agar tetap hidup dan berkembang.
Makanan fisik adalah : makanan dan minuman
Makanan Akal adalah : Ilmu pengetahuan (kenapa juga linknya ke tempat Rezki? Btw, tengkyu buat semua ilmunya)
Makanan Ruh adalah : Iman.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kelimanya memang gampang diucapkan dan dinasehatkan pada orang lain, tapi kenyataannya susah banget diterapkan. Perlu latihan ekstra dan semangat juang tinggi.
Kadangkala kita mengerti secara teoritis, tapi nyatanya kita tidak siap mental. Jadi terus SEMANGAT !!!!

17
Dec
07

awas nginjak kodok

Awalnya sih cerita ini berasal dari temen satu kos di bandung dulu. Sebenarnya ceritanya agak panjang, tapi intinya : konon, kalo ada orang yang nginjak kodok bakal dikutuk dapat jodoh buruk rupa lebih jelek dari kodok.

Sampai saat ini cerita ini ‘membumi’ di keluarga saya. Tiap ada yang mau nikah, ditanyain “pernah nginjak kodok nggak?” Yaa begitulah…

Suatu hari saya lagi jalan-jalan sama Mr. Herman Syam, my beloved husband. Tiba-tiba ada kodok yang melintas.

“Eits, awas nginjak kodok” saya refleks berhenti sambil menahan langkah suami saya. Eh, suami saya malah nyantai ngomong :

“Kayaknya udah deh….”

HAH?? MAKSUD LO??

14
Dec
07

aaaaaaakkkkhhhhhh……tidaaaakkkkk

Kira-kira begitulah teriakan Fakhru sambil berusaha menghindar. Ada apa? Ekspresi itu muncul kalo saya nanya ke dia : “Mau dicium sama mama?” sambil menirukan gaya mamanya Sinchan ngomong sambil mulutnya dimonyongkan.

Memangnya seseram apa sih sampai Fakhru segitu takutnya? Liat deh, gayanya diperagakan Fakhru.

mnyg2.jpg   mnyg1.jpg

Bayangin aja mamanya yang kayak gitu. Emang serem ya?




Me, My Self, and I

Orangnya pintar (protes=sirik), baik hati, rendah diri (baca:pendek), tidak sombong, kaya, punya penghasilan tapi tidak punya NPWP. Apa kata dunia???  

Udah dikunjungi

  • 21,742 tamu

Google page rank

Ama dimana-mana

Kategori